Selain Insentif Finansial, Pemerintah Singapura Tambah Hak Cuti Bagi Orang Tua Baru
Jakarta – Pemerintah Singapura mengumumkan kebijakan baru untuk mendukung kesejahteraan keluarga berupa penambahan waktu cuti untuk pengasuhan anak. Kebijakan ini menyusul rencana pemberian tunjangan hampir Rp 1 miliar per anak yang telah diumumkan lebih dulu.
Dalam pidatonya di ITE College Central, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, mengatakan pemerintah ingin mendukung orang tua secara lebih konsisten sepanjang perjalanan membesarkan anak, alih-alih memusatkan bantuan pada masa kelahiran anak.
“Kami ingin setiap keluarga mengetahui hal ini, jika Anda memilih untuk memiliki anak, Pemerintah akan mendampingi Anda. Kami akan memberikan lebih banyak dukungan, dan dalam jangka waktu yang lebih panjang,” ujar Wong, dikutip dari Straits Times, Selasa (25/8/2026).
Saat ini, setiap orang tua yang bekerja mendapatkan 6 hari cuti perawatan anak per tahun untuk anak bungsu berusia 6 tahun ke bawah. Jumlah ini berkurang menjadi dua hari cuti perawatan anak tambahan ketika anak bungsu berusia tujuh hingga 12 tahun.
Ke depan, skema cuti yang ada akan digabungkan menjadi satu skema tunggal untuk orang tua yang bekerja dan memiliki anak berkewarganegaraan Singapura berusia 12 tahun ke bawah. Setiap orang tua akan mendapatkan cuti pengasuhan anak selama 8 hingga 12 hari, tergantung pada jumlah anak berusia 12 tahun ke bawah yang mereka miliki.
Berdasarkan skema baru ini, orang tua yang memiliki dua anak berusia 12 tahun ke bawah akan mendapatkan 10 hari. Sedangkan orang tua yang memiliki tiga anak atau lebih akan mendapatkan 12 hari, yang merupakan hak maksimal.
“Banyak orang tua mengatakan kepada kami bahwa (jumlah cuti) ini tidak cukup. Karena memiliki lebih banyak anak berarti tanggung jawab pengasuhan yang lebih besar. Dan anak-anak yang lebih besar tetap membutuhkan orang tua mereka, kebutuhannya berbeda, tetapi tidak hilang,” kata Wong, dalam kesempatan terpisah.
Wong mengatakan, kebijakan baru tersebut menjadi bagian dari rekomendasi awal dalam perubahan mendasar terhadap pendekatan Pemerintah Singapura mengenai pernikahan dan membesarkan keluarga.
Pemerintah juga akan mengganti biaya yang dikeluarkan oleh pemberi kerja untuk seluruh durasi skema cuti terkait anak, seperti cuti melahirkan dan cuti perawatan anak, hingga batas tertentu.
Selain penambahan cuti, Pemerintah Singapura juga telah mengumumkan SG Child Support Package yang menggabungkan sejumlah skema dukungan yang sudah ada. Lewat paket ini, ditetapkan setiap anak Singapura akan menerima dukungan finansial senilai hampir S$ 70.000 atau sekitar Rp 976,21 juta (kurs Rp 13.945).
Melalui paket tersebut, pemerintah juga menargetkan biaya penitipan anak sehari penuh (full-day childcare) juga diturunkan menjadi S$ 150 atau sekitar Rp 2 juta per bulan pada tahun 2030. Penurunan akan dilakukan secara bertahap.
Sumber Berita:
Detik Finance


















