• Tentang Kami
  • Info Pariwara
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat & Kondisi
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Senin, 24 Agustus 2026
Beritacore.com | Suara, Tren, dan Gaya Hidup Gen Z Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak
Beritacore.com | Suara, Tren, dan Gaya Hidup Gen Z Indonesia
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak
No Result
View All Result
Berita Core
No Result
View All Result
Home Lifestyle Gadget & Games

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Padam? Fenomena Api Bawah Tanah Jadi Penyebabnya

Berita Core oleh Berita Core
Senin, 24 Agustus 2026
in Gadget & Games
A A
0
kebakaran lahan gambut, api bawah tanah gambut, penyebab kebakaran gambut sulit padam, fenomena api tak terlihat gambut, karhutla lahan gambut, karakter kebakaran gambut, smoldering fire gambut
189
DIBAGIKAN
1.5k
VIEWS
BagikanBagikan

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Padam? Fenomena Api Bawah Tanah Jadi Penyebabnya

Jakarta – Api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terlihat sudah padam belum tentu menandakan kebakaran benar-benar selesai. Pada lahan gambut, api dapat bertahan di bawah permukaan dalam bentuk smouldering fire, membakar material organik secara perlahan tanpa menghasilkan kobaran besar.

READ ALSO

tata kelola ai indonesia

Di Antara Shanghai dan Silicon Valley: Arah Kebijakan Tata Kelola AI di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026
Kembali ke Era Analog (1)

Kembali ke Era Analog: Kenapa Gen Z Ramai-Ramai Tinggalkan Earphone Wireless dan Beralih ke Kabel?

Jumat, 31 Juli 2026

Fenomena ini dijelaskan dalam penelitian Eko Widi Santoso, Hammam Riza, Agus Kristijono, Dian Nuraini Melati, dan Firman Prawiradisastra yang diterbitkan di Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Riset tersebut khusus membahas peat smouldering dan upaya deteksi dini karhutla menggunakan machine learning.

Peat smouldering adalah proses pembakaran lambat tanpa nyala api (flameless) yang terjadi di dalam lapisan tanah gambut di bawah permukaan. Para peneliti menjelaskan bahwa ketika gambut terbakar, kebakaran smouldering dapat mengonsumsi biomassa dalam jumlah besar.

Berbeda dengan api permukaan yang mudah terlihat, proses pembakaran ini berlangsung perlahan sehingga jauh lebih sulit dideteksi sekaligus dipadamkan. Yang membuatnya lebih berbahaya, kebakaran tersebut dapat terus berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Secara sederhana, smouldering merupakan pembakaran yang berlangsung perlahan dan tidak selalu menghasilkan nyala api yang jelas. Pada gambut, proses ini terjadi karena tanah tersebut sebenarnya menyimpan tumpukan material organik dari vegetasi yang telah terakumulasi selama waktu yang sangat lama.

Dalam kondisi tertentu, material organik tersebut dapat menjadi bahan bakar ketika mengering. Ketika terbakar, api dapat merambat melalui lapisan gambut di bawah permukaan.

Itulah sebabnya pemadaman karhutla gambut memiliki tantangan berbeda. Petugas mungkin sudah tidak melihat kobaran api di permukaan, tetapi bagian bawah tanah masih menyimpan panas dan terus mengalami pembakaran. Kondisi tersebut juga membuat api berpotensi muncul kembali ke permukaan ketika kondisi mendukung.

Mengapa Gambut Sulit Dipadamkan?

Masalahnya terletak pada lokasi api. Pada kebakaran permukaan, petugas dapat melihat sumber api dan mengarahkan upaya pemadaman secara langsung. Pada smouldering, sumber panas dapat berada di dalam lapisan gambut sehingga tidak mudah diketahui dari permukaan.

Penelitian BRIN menyebut kebakaran smouldering gambut sebagai jenis kebakaran yang sulit dipadamkan dan dapat berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, para ahli dan praktisi yang dikutip dalam penelitian tersebut merekomendasikan pendekatan pencegahan sebelum kebakaran terjadi.

Strateginya dirangkum dalam tiga tahap, deteksi sejak dini, temukan lokasi kebakaran, lalu gunakan teknologi yang paling tepat. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pada gambut, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah api terlihat.

Indonesia sebenarnya sudah menggunakan berbagai metode untuk memantau dan mendeteksi dini karhutla, termasuk data hotspot, Fire Weather Index (FWI) dan Fire Danger Rating System (FDRS).

Namun, para peneliti BRIN menilai metode berbasis simulasi fisik tersebut memiliki sejumlah kelemahan. Karena itu, mereka mengeksplorasi penggunaan machine learning untuk meningkatkan kemampuan sistem pengurangan risiko bencana karhutla, khususnya smouldering pada gambut.

Gagasan yang ditawarkan penelitian tersebut adalah impact-based learning, yakni pendekatan pembelajaran mesin yang diarahkan untuk mendukung pengurangan risiko bencana.

Dengan memanfaatkan data dan pola yang tersedia, sistem berbasis machine learning diharapkan dapat membantu memberikan informasi mengenai potensi dan dampak kebakaran secara lebih dini.

Namun, penelitian ini merupakan konsep pengembangan, bukan bukti bahwa AI saat ini sudah mampu mendeteksi seluruh kebakaran gambut bawah permukaan secara otomatis. Peneliti justru mengusulkan desain konseptual untuk pengembangan sistem tersebut.

Fenomena smouldering membuat penanganan karhutla gambut tidak sesederhana memadamkan api yang terlihat. Ada kemungkinan permukaan sudah tampak aman, sementara proses pembakaran masih berlangsung di bawahnya.

Karena itu, pemantauan setelah pemadaman menjadi penting. Petugas perlu memastikan bahwa sumber panas benar-benar telah hilang, terutama di area gambut yang mengalami kebakaran.

Temuan ini juga menjelaskan mengapa karhutla di lahan gambut dapat menjadi persoalan berkepanjangan. Kebakaran tidak hanya berlangsung secara horizontal di permukaan, tetapi dapat bergerak melalui lapisan material organik di bawah tanah.

Sumber: Eko Widi Santoso, Hammam Riza, Agus Kristijono, Dian Nuraini Melati, dan Firman Prawiradisastra, “Machine Learning Application in Response to Disaster Risk Reduction of Forest and Peatland Fire: Impact-Based Learning of DRR for Forest, Land Fire and Peat Smouldering,” Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, Vol. 14 No. 3, hlm. 183-196. Artikel diterbitkan 13 September 2023 dan memiliki DOI 10.29122/mipi.v14i3.4426

 

Sumber Berita:
Detik Inet

Tags: api bawah tanah gambutfenomena api tak terlihat gambutkarakter kebakaran gambutkarhutla lahan gambutkebakaran lahan gambutpenyebab kebakaran gambut sulit padamsmoldering fire gambut
bagikan76Tweet47Sendbagikan
Sebelumnya

Di Antara Shanghai dan Silicon Valley: Arah Kebijakan Tata Kelola AI di Indonesia

Berita Core

Berita Core

Beritacore.com adalah portal berita Gen Z Indonesia terlengkap. Update info terbaru seputar tren masa kini, musik, film, teknologi, dan gaya hidup anak muda.

Berita Terkait

tata kelola ai indonesia

Di Antara Shanghai dan Silicon Valley: Arah Kebijakan Tata Kelola AI di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026
Kembali ke Era Analog (1)

Kembali ke Era Analog: Kenapa Gen Z Ramai-Ramai Tinggalkan Earphone Wireless dan Beralih ke Kabel?

Jumat, 31 Juli 2026
Tren Gaya Hidup Gen Z

10 Tren Gaya Hidup Gen Z Paling Populer di 2026: Kreatif, Fleksibel, dan Serba Digital

Jumat, 31 Juli 2026
Tren Game 2026

Tren Game 2026 yang Wajib Masuk Playlist Kamu: Bye Spek Dewa, Halo Era AI!

Rabu, 29 Juli 2026
Berikut Penjelasan Zuckerberg Soal Saham Meta Anjlok

Berikut Penjelasan Zuckerberg Soal Saham Meta Anjlok

Senin, 6 Juli 2026
BlackBerry Jual Paten Ponselnya Kepada Catapult IP Innovations Inc Seharga Rp 8 Triliun

BlackBerry Jual Paten Ponselnya Kepada Catapult IP Innovations Inc Seharga Rp 8 Triliun

Senin, 6 Juli 2026
BERITA LAINNYA

Berita Populer

  • Pesta Rakyat Desa Pagaruyung, Dyka Ruyung Kelana Dilantik Jadi Kades

    Pesta Rakyat Desa Pagaruyung, Dyka Ruyung Kelana Dilantik Jadi Kades

    208 dibagikan
    bagikan 83 Tweet 52
  • Upacara Virtual HUT Brimob Polri ke-76 Secara Serentak Seluruh Nusantara

    202 dibagikan
    bagikan 81 Tweet 51
  • Rakit Robot Hingga Memprogram Drone, Ahmad Ghani Al Ghifari Catat Berbagai Prestasi di Bidang Robotik

    201 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50
  • Road To Campus, Forum Human Capital Bekali Mahasiswa Unilak Hadapi Dunia Kerja

    200 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50
  • Jelang HUT Ke-76 Korps Brimob Polri, Brimob Polda Riau Gelar Baksos di Tempat Ibadah

    199 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50

Berita Terbaru

kebakaran lahan gambut, api bawah tanah gambut, penyebab kebakaran gambut sulit padam, fenomena api tak terlihat gambut, karhutla lahan gambut, karakter kebakaran gambut, smoldering fire gambut

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Padam? Fenomena Api Bawah Tanah Jadi Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026
tata kelola ai indonesia

Di Antara Shanghai dan Silicon Valley: Arah Kebijakan Tata Kelola AI di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026
pani-puri

Niat Hati Bikin Kreasi Unik, Pani Puri Isian Daging Babi Malah Panen Hujatan Netizen India

Senin, 24 Agustus 2026
Kualitas Air Pengaruhi Bisnis Kuliner

Pentingnya Kualitas Air Bagi Usaha Kuliner dan Solusi yang Dihadirkan ANGEL

Senin, 24 Agustus 2026
Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Stop Gula dan Tepung? Ini Kata Dokter Gizi

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Stop Gula dan Tepung? Ini Kata Dokter Gizi

Senin, 24 Agustus 2026

EDITOR'S PICK

Polsek Bandar Sei Kijang Jaga Wilayah Hukumnya dari Aksi Kriminalitas, Ini yang Dilakukan

Polsek Bandar Sei Kijang Jaga Wilayah Hukumnya dari Aksi Kriminalitas, Ini yang Dilakukan

Senin, 15 November 2021
Polsek Kuala Kampar Gelar KRYD di Objek Vital

Polsek Kuala Kampar Gelar KRYD di Objek Vital

Kamis, 25 November 2021
Fenomena Gen Z

Tolak Promosi Jabatan, Fenomena Gen Z Enggan Jadi Bos dan Pilih Bebas Stres Viral di Media Sosial

Kamis, 30 Juli 2026
Cegah Aksi Kriminalitas, Polsek Kuala Kampar Gencarkan KRYD

Cegah Aksi Kriminalitas, Polsek Kuala Kampar Gencarkan KRYD

Rabu, 10 November 2021
logo-berita-core-footer

Portal Berita Gen Z
Biar nggak FOMO, pantengin Beritacore.com! Tempat nongkrongnya Gen Z Indonesia buat update berita viral, pop culture, dan obrolan yang lagi hangat hari ini.

Follow us

Install Web App

installation-qr-code (1)
  • Tentang Kami
  • Info Pariwara
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat & Kondisi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Beritacore.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak

© 2025 Beritacore.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist