Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Stop Gula dan Tepung? Ini Kata Dokter Gizi
Jakarta – Memangkas atau bahkan menghentikan konsumsi gula dan olahan tepung kerap terasa berat di awal. Meski begitu, dampak positif yang dihasilkan bagi kesehatan tubuh jangka panjang sangatlah signifikan.
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa fase awal penyesuaian memang sering kali menjadi tantangan terberat. Tetapi, tubuh akan langsung merespons dengan berbagai perubahan positif begitu asupan gula dan tepung dihentikan.
“Sebenarnya kalau mengaruh ke tubuh itu bagus banget, tapi memang awal-awal pasti agak berat dan susah,” ungkap dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).
Salah satu manfaat paling terasa menurut dr Yaze adalah kestabilan kadar gula darah. Saat gula darah stabil, tubuh tidak lagi mengalami lonjakan dan penurunan energi secara drastis (energy crash), sehingga efek mudah ngantuk dan sulit fokus bisa teratasi.
Tak hanya itu, dr Yaze merinci beberapa perubahan besar yang dialami tubuh ketika lepas dari gula dan tepung, seperti:
1. Kesehatan Pencernaan Meningkat
Bakteri baik di dalam usus (mikrobioma) menjadi lebih seimbang karena tidak lagi dibebani oleh makanan tinggi gula dan olahan tepung yang memperberat kerja pencernaan.
2. Fokus dan Energi Lebih Stabil
Tubuh menjadi tidak mudah mengantuk di siang hari serta kemampuan konsentrasi dan fokus meningkat tajam.
3. Mencegah Penumpukan Lemak Visceral
Kelebihan gula dan tepung dalam tubuh akan disimpan menjadi lemak, terutama lemak visceral yang memicu perut buncit. Menyetop asupannya secara otomatis menekan risiko penumpukan lemak berbahaya ini.
Berkurangnya asupan gula dan olahan tepung secara langsung menurunkan tingkat peradangan (inflamasi) kronis di dalam tubuh.
“Asupan gula dan tepung berlebih itu kalau tersimpan ke dalam tubuh pasti lari ke lemak visceral. Dengan menguranginya, paling tidak risiko terjadinya inflamasi pada tubuh akan jauh lebih rendah,” pungkasnya.
Sumber Berita:


















