• Tentang Kami
  • Info Pariwara
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat & Kondisi
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Senin, 24 Agustus 2026
Beritacore.com | Suara, Tren, dan Gaya Hidup Gen Z Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak
Beritacore.com | Suara, Tren, dan Gaya Hidup Gen Z Indonesia
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak
No Result
View All Result
Berita Core
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi

Berita Core oleh Berita Core
Senin, 24 Agustus 2026
in Peristiwa
A A
0
Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi

Ketergantungan pada energi terbarukan variabel (VRE) (photo ilustrasi AI)

189
DIBAGIKAN
1.5k
VIEWS
BagikanBagikan

Penulis: Rindiani Aprillia Cauntesa, S.Si. Alumnus FMIPA, Universitas Lampung

Jakarta , Beritacore.com – Di tengah hiruk-pikuk target Nol Emisi Karbon (Net Zero Emission) 2060, sistem kelistrikan nasional menghadapi dilema fundamental, tentang bagaimana menjaga lampu tetap menyala ketika matahari terbenam dan angin berhenti berembus? Ketergantungan pada energi terbarukan variabel (VRE) seperti surya dan angin membawa tantangan teknis berupa intermitensi. Dalam kalkulasi transisi energi yang realistis, nuklir kini tidak lagi dipandang sebagai “anak tiri”, melainkan tokoh utama yang menjamin stabilitas beban dasar (baseload) yang rendah karbon.

READ ALSO

Skandal di RSUD Depati Hamzah: Ruangan Terkunci dan Keributan Seret Nama Direktur

Skandal di RSUD Depati Hamzah: Ruangan Terkunci dan Keributan Seret Nama Direktur

Sabtu, 24 Januari 2026
Polres Rokan Hilir laksanakan giat Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas

Polres Rokan Hilir laksanakan giat Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas

Selasa, 20 Januari 2026

Transisi energi bukan sekadar mengganti bahan bakar, melainkan merombak arsitektur ketahanan energi. Ambisi Indonesia untuk menggenjot porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) lebih dari 34 persen pada 2030, sebagaimana tersirat dalam komitmen pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP), menghadapi beberapa kendala. Potensi energi surya bulanan yang mencapai 45 MW dan angin hingga 400 MW di wilayah tertentu adalah aset besar, namun variabilitas alaminya menuntut sistem cadangan yang tangguh.

Tantangan teknis utama terletak pada stabilitas jaringan (grid stability). Pembangkit surya dan angin, yang terhubung ke jaringan melalui perangkat elektronik daya atau inverter, tidak memiliki inersia fisik atau sebuah “daya pegas” alami yang dimiliki pembangkit konvensional untuk meredam kejut beban mendadak. Riset menunjukkan bahwa penetrasi EBT berbasis inverter yang tinggi tanpa penopang inersia dapat melemahkan respons dinamis sistem, meningkatkan risiko ketidakstabilan frekuensi, dan pada skenario terburuk, menyebabkan pemadaman total (blackout).

Di sinilah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) masuk sebagai solusi teknis. Sebagai generator sinkron konvensional, PLTN menyediakan inersia fisik yang dibutuhkan jaringan untuk tetap stabil, sembari memproduksi listrik tanpa jeda dan tanpa emisi karbon signifikan. Sehingga, nuklir berperan sebagai mitra strategis, bukan kompetitor, bagi energi terbarukan.

*Masa Depan Fleksibilitas Energi*

Masa depan sistem kelistrikan rendah karbon tidak lagi berpusat pada kompetisi antar sumber energi, melainkan pada kolaborasi melalui Sistem Energi Hibrida Nuklir-Terbarukan (Nuclear-Renewable Hybrid Energy Systems atau Nu-R HES). Konsep ini mengintegrasikan PLTN dengan EBT untuk saling menutupi kelemahan masing-masing. Reaktor nuklir menyediakan pasokan daya yang stabil dan kontinu, menyeimbangkan fluktuasi output dari EBT, serta mengurangi ketergantungan berlebih pada sistem penyimpanan energi (energy storage) yang mahal untuk menjembatani periode panjang saat produksi EBT rendah.

Dalam skema ini, nuklir tidak lagi beroperasi secara kaku. Teknologi nuklir canggih, seperti Reaktor Modular Kecil (Small Modular Reactors atau SMR), menawarkan fleksibilitas operasional yang lebih baik. SMR dapat dirancang untuk melakukan penyesuaian beban (load following) dengan cepat, seperti menurunkan daya saat pasokan surya melimpah di siang hari atau menaikkannya saat beban puncak di malam hari maupun saat cuaca mendung. Fleksibilitas ini memungkinkan SMR untuk merespons fluktuasi pasokan energi terbarukan atau perubahan permintaan listrik dengan lebih efisien, serta memastikan stabilitas jaringan tetap terjaga.

Riset mengindikasikan bahwa pembangkit nuklir yang fleksibel dapat secara efektif menyediakan layanan energi, frekuensi, dan karbon, bahkan dengan mempertimbangkan ketidakpastian yang terkait dengan integrasi EBT yang tinggi.

*Efisiensi Sistem Penyimpanan Energi*

Meskipun sistem penyimpanan energi (Energy Storage Systems atau ESS) seperti baterai lithium-ion sangat krusial untuk mengelola intermitensi, nuklir dapat mengurangi beban keseluruhan pada sistem ini. Dengan menyediakan input daya yang konsisten, nuklir dapat menurunkan kapasitas yang dibutuhkan dan siklus operasional ESS, sehingga memperpanjang umur pakainya dan meningkatkan efisiensi ekonomi.

Beragam jenis ESS, termasuk sistem penyimpanan energi hibrida (HESS) yang menggabungkan teknologi seperti baterai dan superkapasitor, serta penyimpanan hidro terpompa (pumped hydro storage), adalah vital. Namun, kinerja optimal mereka dalam jaringan dengan penetrasi EBT tinggi akan meningkat signifikan dengan kehadiran sumber daya beban dasar yang stabil seperti nuklir. Pendekatan sinergis ini mengarah pada manajemen energi yang lebih efisien dan pengurangan pemangkasan (curtailment) energi terbarukan.

*Ekonomi dan Industrialisasi Daerah*

Bagi Indonesia, teknologi SMR menawarkan peluang desentralisasi energi yang menarik. Berbeda dengan reaktor raksasa masa lalu, SMR memiliki potensi waktu konstruksi yang lebih singkat dan biaya awal (upfront costs) yang lebih rendah. Karakteristik modular ini membuatnya cocok untuk menggantikan pembangkit fosil di wilayah kepulauan atau kawasan industri terpencil yang selama ini bergantung pada batu bara atau diesel.

Secara ekonomi, penyebaran energi nuklir di Indonesia, khususnya SMR, dapat menjawab kekhawatiran mengenai eskalasi biaya konstruksi dan jadwal yang sering dikaitkan dengan PLTN skala besar. Dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, nuklir juga berkontribusi pada upaya dekarbonisasi, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor ketenagalistrikan.

Sebuah analisis tekno-ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan gambaran konkret mengenai potensi ini. Studi tersebut memodelkan integrasi SMR berkapasitas 300 MW dengan industri pabrik gula-etanol di wilayah Bima dan Dompu. Hasilnya menunjukkan kelayakan investasi yang positif dengan Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 9 persen dan periode pengembalian modal (payback period) selama 13 tahun. Ini membuktikan bahwa nuklir dapat berperan ganda: sebagai penopang kelistrikan wilayah dan katalisator hilirisasi industri hijau.

*Matematika Biaya dan Persepsi Risiko*

Meskipun secara teknis menjanjikan, tantangan biaya tetap menjadi sorotan. Analisis sistem energi mengindikasikan bahwa agar nuklir menjadi opsi yang efisien secara biaya dalam sistem dekarbonisasi, biaya konstruksi harus dikendalikan dengan ketat. Tanpa skema pembiayaan yang inovatif dan efisiensi konstruksi, daya saing nuklir bisa tergerus.

Namun, variabel penentu di Indonesia sering kali bukan hanya matematika ekonomi, melainkan sosiologi masyarakat. Selama bertahun-tahun, resistensi publik menjadi tembok tebal bagi pengembangan nuklir. Akan tetapi, peta sosiologis ini mulai berubah. Data survei terbaru di Kepulauan Bangka Belitung pada September-Oktober 2025 menunjukkan lonjakan penerimaan publik terhadap rencana pembangunan PLTN Thorcon 500 hingga angka 85,7 persen, naik dari 73,7 persen pada 2021.

Menariknya, tingginya penerimaan ini berbanding lurus dengan tingginya kepercayaan (trust) terhadap pengelola proyek (90 persen), meskipun pemahaman teknis masyarakat tentang detail PLTN tersebut masih rendah (hanya 9 persen yang paham). Ini mengindikasikan bahwa “Izin Sosial untuk Beroperasi” (Social License to Operate) di Indonesia kini lebih didorong oleh harapan dampak ekonomi dan kepercayaan pada otoritas ketimbang pemahaman teknis semata.

*Jalan Tengah yang Rasional*

Indonesia tidak memiliki kemewahan untuk memilih “satu pemenang” dalam transisi energi. Ketergantungan penuh pada EBT menuntut kapasitas penyimpanan energi yang biayanya masih sangat mahal dan menghadapi tantangan rantai pasok material kritis. Di sisi lain, mempertahankan status quo batu bara akan mengisolasi Indonesia dari ekonomi hijau global dan gagal mencapai target iklim.

Sinergi nuklir dan EBT menawarkan jalan tengah yang rasional. Nuklir menyediakan “tulang punggung” yang stabil dan inersia yang dibutuhkan jaringan, sementara EBT menyediakan energi bersih dalam skala luas. Kombinasi keduanya, didukung oleh teknologi reaktor modular dan sistem hibrida, adalah kunci untuk mencapai kedaulatan energi yang tangguh dan berkelanjutan.

Penerapan strategis energi nuklir, berpotensi melalui SMR, bersama dengan solusi penyimpanan energi yang kuat, menghadirkan strategi komprehensif bagi Indonesia untuk mengintegrasikan sumber daya energi terbarukan yang melimpah namun intermiten secara efektif. Pendekatan ini dapat memastikan stabilitas jaringan, meningkatkan manajemen energi, dan berkontribusi signifikan terhadap tujuan keberlanjutan bangsa dengan menyediakan fondasi daya rendah karbon yang andal. (*)

bagikan76Tweet47Sendbagikan
Sebelumnya

Dilantik Kapolda Irjen Herry Heryawan, Ini Daftar Pejabat Baru Polda Riau

Berikutnya

Tim Polsek Rokan IV Koto Berhasil Tangkap Dua Pelaku Narkoba Di Pondok Duren

Berita Core

Berita Core

Beritacore.com adalah portal berita Gen Z Indonesia terlengkap. Update info terbaru seputar tren masa kini, musik, film, teknologi, dan gaya hidup anak muda.

Berita Terkait

Skandal di RSUD Depati Hamzah: Ruangan Terkunci dan Keributan Seret Nama Direktur

Skandal di RSUD Depati Hamzah: Ruangan Terkunci dan Keributan Seret Nama Direktur

Sabtu, 24 Januari 2026
Polres Rokan Hilir laksanakan giat Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas

Polres Rokan Hilir laksanakan giat Analisa dan Evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas

Selasa, 20 Januari 2026
Peringati Haul Raja Kecik, Pulau Terubuk Kedatangan Syekh Ahmad Rauni Al-Jailani Keturunan ke-28 SHULTONUL AULIA Syekh Abdulqodir Al-Jailani.

Peringati Haul Raja Kecik, Pulau Terubuk Kedatangan Syekh Ahmad Rauni Al-Jailani Keturunan ke-28 SHULTONUL AULIA Syekh Abdulqodir Al-Jailani.

Sabtu, 17 Januari 2026
Iskandar Halim ” Telanjangi’ Mafia Lahat : Dana Desa Dirampok, Oknum Polisi Jangan Coba-Coba Jadi Tampeng..!!!

Iskandar Halim ” Telanjangi’ Mafia Lahat : Dana Desa Dirampok, Oknum Polisi Jangan Coba-Coba Jadi Tampeng..!!!

Sabtu, 17 Januari 2026
Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia

Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia

Jumat, 31 Juli 2026
Tangis Novi di Ruang Sidang: Pembunuhan Wartawan Adityawarman Dituntut Dibayar Nyawa

Tangis Novi di Ruang Sidang: Pembunuhan Wartawan Adityawarman Dituntut Dibayar Nyawa

Rabu, 14 Januari 2026
BERITA LAINNYA
Berikutnya
Tim Polsek Rokan IV Koto Berhasil Tangkap Dua Pelaku Narkoba Di Pondok Duren

Tim Polsek Rokan IV Koto Berhasil Tangkap Dua Pelaku Narkoba Di Pondok Duren

(Photo ilustrasi AI)

PLTN Untuk Generasi Muda: Peluang Karier Baru yang Jarang Dibahas

Anggaran Belanja Air Bersih Setda Rohil 2024 –2025 diperkirakan 1,4 Miliar

Anggaran Belanja Air Bersih Setda Rohil 2024 –2025 diperkirakan 1,4 Miliar

Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia

Nuklir sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Pesta Rakyat Desa Pagaruyung, Dyka Ruyung Kelana Dilantik Jadi Kades

    Pesta Rakyat Desa Pagaruyung, Dyka Ruyung Kelana Dilantik Jadi Kades

    208 dibagikan
    bagikan 83 Tweet 52
  • Upacara Virtual HUT Brimob Polri ke-76 Secara Serentak Seluruh Nusantara

    202 dibagikan
    bagikan 81 Tweet 51
  • Rakit Robot Hingga Memprogram Drone, Ahmad Ghani Al Ghifari Catat Berbagai Prestasi di Bidang Robotik

    201 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50
  • Road To Campus, Forum Human Capital Bekali Mahasiswa Unilak Hadapi Dunia Kerja

    200 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50
  • Jelang HUT Ke-76 Korps Brimob Polri, Brimob Polda Riau Gelar Baksos di Tempat Ibadah

    199 dibagikan
    bagikan 80 Tweet 50

Berita Terbaru

Kabut Asap Karhutla Mereda, Gangguan Penerbangan Diharapkan Segera Normal Menurut Menhub

Kabut Asap Karhutla Mereda, Gangguan Penerbangan Diharapkan Segera Normal Menurut Menhub

Senin, 24 Agustus 2026
kebakaran lahan gambut, api bawah tanah gambut, penyebab kebakaran gambut sulit padam, fenomena api tak terlihat gambut, karhutla lahan gambut, karakter kebakaran gambut, smoldering fire gambut

Mengapa Kebakaran Gambut Sulit Padam? Fenomena Api Bawah Tanah Jadi Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026
tata kelola ai indonesia

Di Antara Shanghai dan Silicon Valley: Arah Kebijakan Tata Kelola AI di Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026
pani-puri

Niat Hati Bikin Kreasi Unik, Pani Puri Isian Daging Babi Malah Panen Hujatan Netizen India

Senin, 24 Agustus 2026
Kualitas Air Pengaruhi Bisnis Kuliner

Pentingnya Kualitas Air Bagi Usaha Kuliner dan Solusi yang Dihadirkan ANGEL

Senin, 24 Agustus 2026

EDITOR'S PICK

Ini Tips Check In Hotel: Cobalah Datang Telat

Ini Tips Check In Hotel: Cobalah Datang Telat

Senin, 24 Januari 2022
Polsek Kerumutan Sambangi Obvit dan Tempat Rawan Kejahatan Guna Antisipasi C3

Polsek Kerumutan Sambangi Obvit dan Tempat Rawan Kejahatan Guna Antisipasi C3

Kamis, 23 Desember 2021
Polsek Pangkalan Kerinci Patroli Pantau Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Polsek Pangkalan Kerinci Patroli Pantau Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

Rabu, 10 November 2021
Polsek Bunut Lakukan Pengamanan di Gereja

Polsek Bunut Lakukan Pengamanan di Gereja

Sabtu, 25 Desember 2021
logo-berita-core-footer

Portal Berita Gen Z
Biar nggak FOMO, pantengin Beritacore.com! Tempat nongkrongnya Gen Z Indonesia buat update berita viral, pop culture, dan obrolan yang lagi hangat hari ini.

Follow us

Install Web App

installation-qr-code (1)
  • Tentang Kami
  • Info Pariwara
  • Pedoman Media Siber
  • Syarat & Kondisi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi

© 2025 Beritacore.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Core News
    • Viral
    • Indo Pop
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Fits (Fashion)
    • Gadget & Games
    • Hype & Kuliner
  • Inforial
    • Selebriti
    • Olah Raga
    • Pendidikan
    • Otomotif
    • Kota Pekanbaru
  • Mindset
    • Hustle (Karier/Uang)
    • Mental Health
    • Education
  • Pop Culture
    • Hiburan
    • Film & Series
    • Musik/K-Pop
  • Kontak

© 2025 Beritacore.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist