Beritacore.com – Karo Lemtala Srena Polri, Brigjen Pol Budi Yowono, Rabu (27/10/2021) pagi, menyambangi Mako Satuan Brimob Polda Riau dalam rangka kunjungan kerja, sekaligus mengecek kesiapan seluruh personel, termasuk peralatan dan kendaraan.
Kunjungan jenderal bintang satu tersebut, disambut hangat oleh Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Riau, Kombes Pol Dedi Suryadi dan jajaran pejabat utama dan perwira Brimob Polda Riau.
Dalam kunjungannya, Karo Lemtala Srena Polri, Brigjen Pol Budi Yowono turut didampingi Kabag Lemwil Rolemtala Kombes Pol A.A Sagung Dian Kartini, Kasubag Monev Bagren Korbrimob Kombes Pol Titin Pujiastuti, Pamin Binkar Bag Sdm Korbrimob Iptu Ischak, serta Pamin Subbag Baglog Korbrimob Ipda Dani Tru Asmara.
Sesampainya di Mako Brimob Polda Riau, Brigjen Pol Budi Yowono bersama rombongan langsung menggelar pengecekan terhadap seluruh peralatan dan kendaraan yang digunakan personel dalam pelaksanaan tugas.
Kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian arahan di Gedung Bhayangkara. Dalam kesempatan ini, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Dedi Suryadi, memaparkan tentang rencana pembangunan Mako Batalyon C Pelopor di Kabupaten Indragiri Hulu dan rencana penempatan Batalyon A Pelopor di Kabupaten Kampar.
Dalam pemaparannya, Dansat Brimob Polda Riau mengatakan, penempatan Mako Batalyon C Pelopor di Kabupaten Indragiri Hulu bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, serta memback-up satuan kewilayahan dalam upaya penanganan setiap gangguan Kamtibmas yang berintensitas serta berkadar tinggi.
Sementara itu, Karo Lemtala Srena Polri, Brigjen Pol Budi Yowono menyampaikan, pada aturannya, Polda Type A sudah seharusnya memiliki struktur 3 batalyon Sat Brimob.

“Yang mana ada 4 kompi dan 2 kompinya harus menguasai beberapa Polres, sehingga bila ada alarm steling sudah tahu, kompi mana yang akan bergerak ke masing-masing Polres yang berada di wilayah cakupan batalyon masing-masing,” ujar Brigjen Pol Budi Yowono.
“Kemudian untuk meningkatkan esensi, Sat Brimob harus lebih sering meningkatkan latihan. Latihan konflik dan (penanggulangan, red) masalah yang sering terjadi di Provinsi Riau, antara lain Karhutla. Harus lebih meningkatkan latihan PHH (Pasukan Huru-hara, red). Masing-masing batalyon wajib melaksanakan latihan dan tidak boleh sepi,” tegas Brigjen Pol Budi Yowono menambahkan.
Untuk menjaga profesionalisme, Brigjen Pol Budi Yowono juga meminta kepada seluruh personel SatBrimob Polda Riau agar terus meningkat pelayanan.
“Ketika ada permasalahan yang terjadi pada Wilkum Polres yang ada di Provinsi Riau, Sat Brimob harus meningkatkan pelayanan dan harus gerak cepat apabila ada permasalahan yang terjadi. Sesuai moto Brimob, ‘Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan’,” ujar Karo Lemtana Srena Polri. (Rls)
















